Pasar Geronggang Bubar, Ini Sebabnya

by -373 views
Pasar-darurat
Pasar darurat di Suak Rengas-Mempura, setelah Pasar Geronggang Ditutup

SIAK, RIAU — Pasar Geronggang, bagi warga kecamatan Mempura dan kecamatan Siak, kabupaten Siak, Riau, sudah tidak asing. Walau lokasinya terbilang tidak strategis karena terletak di jalan Dusun, namun Pasar Geronggang sangatlah populer, terutama bagi emak-emak. Apalagi Pasar yang buka hanya di hari Jum’at sore itu selalu menyajikan sayur-mayur segar dan kebutuhan dapur lainnya dengan harga miring.

Jadilah hari Jum’at, sebagai agenda wajib bagi emak-emak untuk belanja dapur persediaan sepekan.

Namun, Jum’at (22/5/2020), para pedagang yang biasa membuka lapak di Pasar yang berlokasi di kecamatan Mempura tersebut harus kehilangan lapaknya. Mereka tidak bisa berjualan di Geronggang, padahal mereka sudah sampai di lokasi lengkap dengan segala barang dagangannya.

Usut punya usut, ternyata lokasi Pasar Geronggang telah di isolasi tim gugus tugas covid-19 karena salah seorang warga di sekitar lokasi Pasar ada yang positif covid-19 dan Jum’at pagi tela dijemput tim gugus tugas untuk menjalani isolasi di RSUD Tengku Rafian Siak.

Sontak, para pedagang yang kebingungan, akhirnya berinisiatif membuka lapak darurat di jalan masuk arah Suak Rengas (sekitar 1KM dari Geronggang).

Pantauan gardaberita.com, para pelanggan juga terlihat kebingungan saat sampai lokasi, pasarnya kosong, yang dijumpai justru tenda tim gugus tugas di tengah jalan akses ke lokasi pasar dengan petugas yang berjaga.

“ Kemano Paso ni pegi “, ujar seorang ibu sambil memutar balik sepeda motornya. Tak lama seorang ibu lain memanggilnya dan memberitahu bahwa pasar pindah ke Suak Rengas.

Namun, pasar darurat itu tak bertahan lama. Sesaat keudian datang petugas gabungan membubarkan pasar dadakan itu. Petugas takut keramaian pasar memicu penularan baru covid-19.

Terakhir, informasi didapat gardaberita.com, para pedagang tidak mau menyerah, mereka pindah lokasi lagi kea rah kampung Benteng, kecamatan Mempura.

“Pindah lagi ke Benteng, yok lah lanjut belanjo awak sano”, ujar seorang ibu kepada gardaberita.com.

Salah seorang pedagang, Ratno mengaku jengah dengan kondisi yang sangat mendadak tersebut. Apalagi komoditi dirinya berasal dari luar kecamatan.

“Ya, bingung aj pertamanya. Ada apa ini, karena kita kan gak tahu ada kejadian. Jadi ya ikut-ikut yang lainlah, pindah sana sini, yang penting barang ini laku. Apalagi harusnya, ini hari pasar terakhir menjelang lebaran. Biasanya laku keras jualannya”, ucap pedagang sayur-mayur ini.

Senada disampaikan pedagang goreng dan kue basah, Uni. Uni mengaku bingung kalau jualannya tak bisa dijajakan, pasalnya barang jualannya berupa makanan yang tidak tahan lama.

“Entahlah, cam mano ni kue-kue, dah telanjur tebuat pula. Kalau tak terjual rugi la, besok dah tak sedap dimakan”, cetusnya. (GB1)

banner-idulfitri Banner-DPRD-Siak