Seperti Surabaya, Siak Juga Tanam Tabebuya

by -50 views
Sultan Muzaffarsyah Road Siak

Seperti Surabaya, Siak Juga Tanam Tabebuya

SIAK, RIAU — Suksesnya Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menghadirkan keindahan bunga tabebuya di kotanya, sepertinya menjadi salah satu inspirasi Pemkab Siak untuk juga menanam bunga yang mirip dengan bunga sakura dari Jepang ini di ibu kotanya, Siak Sri Indrapura.

Lebih kurang 200 batang tabebuya, kini ditanam di jalur pedestrian Sultan Muzzafarsyah Road, Balai Kayang ll, Kampung Dalam, Siak yang baru saja selesai direvitalisasi akhir tahun ini oleh Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas PU Tarukim.

Kepala dinas Pekerjaan Umum,Tata Ruang dan Pemukimam (PU Tarukim) Siak, Irving Kahar menyebut, penanaman bunga tabebuya di kawasan tersebut, selain untuk memperindah, juga mempertegas karakter sebagai kawasan kabupaten hijau.

“Jumlahnya sekitar 200 batang yang kita datangkan dari Surabaya, persis seperti yang di pedestrian disana (Surabaya). Kalau nanti sudah mekar bunganya indah luar biasa. Disisi paling luar di kiri dan kanan juga ditanami sejenis bambu cyprus”, ujar Irving

Menurutnya, pembangunan jalur Pedestrian ini terinspirasi dari pedestrian modern seperti Orchadz Road Singapura, dan Braga Road Kota Bandung yang lalu dipadukan dengan tiga ciri dan karakteristik kota Siak Sri Indrapura yang kini telah menyandang status sebagai Kabupaten Hijau (Green Distrct), Kota Pusaka (Heritage City) dan Kota Pintar (Smart City).

“Jalur pedestrian ini menghubungkan antara dua hutan kota Arwinas dan Balai Kayang II. Panjangnya lebih kurang 900 meter dengan lebar 3 meter dijalur kanan dan 1,5 meter di jalur kiri lengkap dengan jalur pemandu bagi penyandang disabilitas, serta dilengkapi 3 pedestrian plaza dengan lebar 5 meter”, bebernya.

Selain itu, kata dia, nuansa pedestrian Kota Pusaka dan Kota Pintar juga terlihat dibeberapa bentuk sculpture yang dipasang dikawasan yang akan dikembangkan konsep cluster pertokoan modern tersebut, misalnya berbentuk miniatur pos jaga opas yang berada di Istana Asserayah Hasyimiyah, dan kayu bekas revitalisasi situs cagar budaya Tangsi Belanda yang dibentuk dan dipajang sedemikian rupa agar terkesan instagrammable.

“Selain diperindah dengan cahaya dari 177 tiang lampu yang dipasang. Disisi kanan jalan selebar 8 meter tersebut dilengkapi 20 unit tempat duduk, sculpture dari kayu Tangsi Belanda dan sebuah miniatur pos opas di titik plaza kedua, persisnya di depan hutan lindung untuk spot foto para pengunjung”, jelas Irving lagi.

Tidak itu saja, di bawah sculpture tersebut kata dia, juga dipasangi QR Code, yang jika dipindai dengan gawai smarphone nantinya para pengunjung akan mendapatkan informasi seputar data destinasi Siak, kondisi georgrafis, hingga informasi singkat tentang ke-12 Sultan Siak terdahulu.

Dan agar tidak monoton, informasi yang disajikan akan di update dengan informasi pembangunan Kabupaten Siak yang akan divariasikan secara berkala.

“Selain itu QR Code juga menceritakan kepada pengunjung seputar informasi profil jalan berdasarkan data teknis seperti panjang, lebar, pemakaian material”, ungkapnya. (GB2).

banner-idulfitri Banner-DPRD-Siak